Pages

Flame

Blogger news

AD (728x90)

Diberdayakan oleh Blogger.

welcome

Rabu, 04 Desember 2013

cara melestarikan budaya bangsa kita.




kita...sebagai bangsa indonesia seharusnya harus berbangga,karena indonesia adalah negara makmur dengan keindahan alam,dan budaya yang mempesona...,tapi,banyak anak bangsa yang tidak mau,bahkan tidak pernah melihat kebudayaan bangsa kita,dengan cara ini,mudah mudahan dapat membujuk kembali anak penerus bangsa agar mau menonton tarian bangsa kita (INDONESIA),bahkan bisa melakukan/mempraktekkan tarian/adat budaya kita,dan sekaligus pesan untuk pemerintah agar bisa melakukan hal2 tersebut 
  1. mendirika cagar budaya disetiap kota
  2. setiap pejabat negri harus bisa mempraktekkan tarian bangsa
  3. mengurangi film luar negeri,dan memperbanyak film buatan indonesia/hasil negara kita
  4. memperbanyak acara tarian indonesia

Seni Budaya OKI Diperkenalkan Dianjungan Sumsel TMII


KAYUAGUNG-OKI, BeritAnda – Guna memperkenalkan keanekaragaman seni dan budaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kepada masyarakat luas, baik di Tanah Air maupun Mancanegara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggelar pagelaran seni dan budaya OKI di Anjungan Sumatera Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (1/10/2011) lalu.

Selasa, 03 Desember 2013

penduduk di kayuagung

Nama Kayuagung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman dahulunya, daerah kota kayuagung terdapat pohon-pohon yang berukuran besar, bahkan ada yang sampai berdiameter 4 meter , kemudian disimpulkanlah oleh para petua Pohon itu berarti Kayu sedangkan Besar Itu Agung. mungkin andapun secara tidak sengaja pernah melihat pohon berukuran besar di kota anda, kemungkinannya itu merupakan pohon kayuagung, tapi bukan berarti setiap pohon yang besar itu merupakan pohon kayuagung, ciri khas pohon Kayuagung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar dan menjular, selain itu juga terdapat akar yang menjular dari atas kebawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota kayuagung itu.
Kecamatan Kota Kayuagung terdiri atas 11 kelurahan ; yaitu Kelurahan Kayuagung (asli ), Perigi, Kutaraya, Kedaton, Sukadana, Mangunjaya, Sidakerda, jua-jua, Cintaraja, dan Tanjung Rancing, Serta 14 desa ; yaitu Desa Buluh Cawang, Lubuk Dalam, Banding Anyar, Anyar, Muara Baru, Kijang Ulu,Celika, Tanjung Menang,Tanjung Serang, Serigeni Baru, Serigeni Lama, Arisan Buntal dan Tanjung Lubuk. Bagian tersebut penutur Bahasa Kayuagung berada di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Wilayah ini merupakan ibukota Kabupaten OKI. Penduduk utama penuturan Bahasa Kayuagung tergabung dalam suatu wilayah yang disebut morge siwe ( marga sembilan ); yaitu sembilan kelompok masyarakat setingkat desa/ kelurahan di era sekarang. Sembilan marga tersebut adalah Kelurahan Kayuagung ( asli ),

sosial budaya kependudukan OKI

Kabupaten Ogan Komering Ilir terbagi atas beberapa suku bangsa baik suku asli Ogan Komering Ilir maupun pendatang dari Jawa, Bali dan Sunda. Adapun suku asli Penduduk Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri atas: (1) Suku Ogan : meliputi penduduk asli tersebar di Desa Sugih Waras, Buluh Cawang, Teleko, sebagian Sirah Pulau Padang, Pampangan, Keman, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan, berbahasa Ogan. (2) Suku Komering: meliputi penduduk asli di sepanjang sungai Komering mulai dari Kecamatan Tanjung Lubuk sampai Kota Kayuagung, sehari-hari berbahasa Komering. (3) Suku Kayuagung: meliputi penduduk asli di Kecamatan Kota Kayuagung kecuali Celikah dan Tanjung Rancing, sebagian penduduk di Kecamatan Lempuing dan desa-desa perairan sungai Mesuji di Kecamatan Mesuji dan Kecamatan Sungai Menang, sehari-hari berbahasa

hotel yang ada di kayuagung

Di Kota Kayu Agung sudah terdapat beberapa 5 hotel yang berbintang maupun yang belum berbintang, antara lain :


Jumlah Hotel di Kota Kayu Agung, Menurut BPS 2010
Nomor Nama Hotel Alamat Jumlah Kamar
1. Hotel Dinesti Jln. Muchtar Saleh No. 42 22
2. Hotel Cipta Jln. Muchtar Saleh No. 180 17
3. Hotel Gatra Jln. Rumah Sakit No. 66 8
4. Hotel Fajri Jln. Muchtar Saleh 21
5. Hotel Wisata Jln. Muchtar Saleh No. 6 Belum Ada
Sumber: [1]

pakaian adat kayuagung

Nama-Nama Kain Adat Dan Baju Adat Di Kayuagung
  • Angkinan: Baju pengantin/baju kebesaran adat Kayuagung
  • Kebaya Kurung Panjang: ciri yang memakai sudah bersuami
  • Kebaya Kurung Pendek/bunting: cirri yang memakai masih perawan
  • Kebaya Tapuk: Ciri yang memakai sudah bersuami
  • Kebay,\a Tojang: untuk undangan kehormatan/misal si ibu pengantin lakilaki diundang menghadiri hidangan atau kedulangan atau untuk menghadiri pernikahan
  • Balah Buluh: Pakaian laki-laki yang dilengkapi dengan Kepudang atau kopiah (kain berada di luar baju)

tari daerah kayuagung

Tari Penguton Dari sejarahnya, tarian ini lahir pada tahun 1889 dan pada tahun 1920, oleh keluarga Pangeran Bakri, tarian ini disempurnakan untuk penyambutan kedatangan Gubernur Jendral Belanda. Sejak itu tarian ini dijadikan sebagai tari sekapur sirih Kayuagung. Tarian ini ditarikan oleh Sembilan orang gadiscantik yang dipilih dari Sembilan Marga yang ada di Kayuagung menggunakan iringan musik perkusi seperti Gamelan, gong, gendang yang sebagian instrumen tersebut merupakan hadiah dari Kerajaan Majapahit pada abad ke 15 dibawa oleh utusan Patih Gajah Mada. Konon alat-alat ini masih ada dan digunakan pada saat menyambut kedangan Presiden Soekarno saat pertama kali berkunjung ke Bumi Bende Seguguk pada tahun 1959. Pada tahun 1992 tari ini dibakukan sebagai tari sekapur sirih Kabupaten OKI.
Tari Gopung Tari Gopung Tari Gopung merupakan tari-tarian yang digunakan untuk penobatan rajaraja. Tarian ini lahir pada tahun 1778 di suku Bengkulah Komering. Fungsi tarian ini sampai sekarang masih eksis digunakan sebagai tari penobatan pangkat dan penyambutan tamu pemerintah di Kecamatan Tanjung Lubuk.